Bagaimana Mengajarkan Praktek Wudhu untuk Anak Sekolah Dasar

بسم الله الر خمن الر خيم
اسلا م عليكم و ر خمة الله وبر كا ته

~Bagaimana Mengajarkan Praktek Wudhu untuk Anak Sekolah Dasar~

Oleh: Dian Ummu Aisha elBamalanjiyyah

Pertemuan ke-90

Setelah siswa mendapatkan materi wudhu secara teoritik maka hendaknya siswa juga mempraktekkannya sehingga mudah dalam memahami dan melaksanakannya.

Berikut ini langkah- langkah mengajarkan praktek wudhu untuk anak usia Sekolah Dasar:
Guru memberikan contoh praktek berwudhu yang benar di hadapan para siswa,dimana seluruh siswa dapat melihat praktek wudhu tersebut serta bacaan sebelum dan sesudah wudhu.
Guru mempraktekan wudhu sambil menunjukkan kepada siswa batasan- batasan setiap anggota badan yang harus dicuci dan cara mencucinya.
Guru membagi siswa menjadi 2 kelompok dan duduk saling berhadapan untuk mempraktekkan cara berwudhu di hadapan kelompok yang lain secara bergantian.
Guru meminta kepada salah satu kelompok menunjukkan anggota badan yang harus dicuci ketika wudhu dan cara mencucinya.
Guru menugaskan kepada seluruh siswa untuk mempraktekkan cara berwudhu (tanpa air) uwntuk mengetahui bahwa seluruh siswa telah bisa mengerjakan cara wudhu dengan benar.
Guru meng-check satu persatu siswa praktek wudhu (tanpa air) dan bacaan sebelum/sesudah wudhu serta memperbaiki kekeliruan yang dilakukan siswa.
Guru menemani siswa keluar kelas menuju tempat berwudhu dan menugaskan siswa untuk praktek wudhu menggunakan air dan memperbaiki apabila masih ada kekeliruan dalam cara berwudhu maupun bacaannya.

Hendaknya para guru bergembira dengan janji pahala yang besar dari الله karena telah mengajarkan cara berwudhu yang benar kepada siswa, karena barangsiapa yang mengajarkan suatu kebaikan dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya.Aamiin...

Ada yang ingin menambahkan?

Silahkan bagi yang ingin sharing...
الله علم...

Metode Mengajar Hafalan Al Qur'an Bagian 1

Bismillaahirohmanirohim. Assalamu'alaykum warohmatullohi wabaarokaatuh.

Pertemuan ke-58

Metode Mengajar Hafalan Al Qur'an Bagian 1
Oleh: Dian ummu Aisha, S.Pd

Selain menjadi guru kelas walhamdulillaah ana mendapat ladang pahala mengajar tahfidzul Qur'an,qiro'atul Qur'an dan pelajaran diniyyah.Kali ini ana akan berbagi salah satu metode yang kami terapkan dalam mengajar hafalan alQur'an,yaitu:

1.Sabaq adalah setoran hafalan baru
    Setiap siswa wajib setor hafalan barunya dan kami memberi catatan tentang panjang pendeknya,tajwid dan keterangan ayat2 yang belum dikuasai dengan baik pada buku catatan tahfidz ananda juga lembaran evaluasi yang dipegang tiap pengampu halaqoh tahfidz.

Siswa yang telah mampu membaca alQur'an menghafal secara mandiri ayat2 yang akan disetorkan sedangkan bila dalam halaqoh ada siswa yang belum bisa membaca alQur'an maka sabaq diberikan dengan cara di talqin ayat per ayat yang harus disetorkan pada hari itu.

2.Sabqi adalah mengulang hafalan yang kemarin dihafal.
    Selain siswa menyetorkan hafalan barunya hari ini,setiap siswa mengulang hafalan yang telah dihafal kemarin guna memperkuat hafalan.Dalam kolom sabqi juga diberi catatan untuk masing2 siswa.

3.Manzil adalah mengulang hafalan yang telah mencapai 1 juz. Bagi siswa yang telah menyelesaikan hafalannya mencapai 1juz maka ia juga mengulang hafalannya dalam sekali duduk.

Ada yang ingin menambahkan...

Tafadzdzolna yang ingin sharing

Tak Perlu Malu Mengatakan "Saya Tidak Tahu"

Bismillaah

Assalamu'alaykum warohmatullohi wabaarokaatuh

Tak Perlu Malu Mengatakan "Saya Tidak Tahu"
Disusun oleh: Dian ummu Aisha

Ilmu adalah pantai yang tidak bertepi dan kita tidak mungkin menguasai keseluruhannya.Pengetahuan manusia sangatlah sedikit.Alloh ta'ala berfirman: "...dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit" (QS.Al-Isro':85).
Oleh sebab itu,bukanlah suatu hal yang memalukan dan tercela apabila seorang pengajar berkata,"Saya tidak tahu" pada segala hal yang memang belum diketahuinya.

Abu Bakr Ash-Shidiq berkata:"Langit mana yang akan menaungiku dan bumi mana yang akan menopangku,jika aku berkata tentang kitab Alloh tanpa dasar ilmu?"

Ibnu Mas'ud berkata,"merupakan bagian dari ilmu jika kamu mengatakan, 'Allahu a'lam',pada apa yang tidak kamu ketahui

Alloh telah mencela orang-orang yang berbicara tanpa dasar ilmu sebab hal tersebut akan menyesatkan,tidak memberi petunjuk, merusak,dan tidak memperbaiki.Dalilnya QS.Al Maidah:109

Allahu a'lam bis showwab

Maroji' Kitab Al Mu'allim al- awwal karya Fu'ad bin Abdul Aziz

Tafadzdzoly yang ingin sharing